10 Risiko Sering Makan Jeroan

10 Risiko Sering Makan Jeroan

Makan Jeroan atau makan organ dalam hewan seperti hati, ginjal, jantung, dan usus memang dikenal memiliki cita rasa yang khas dan sering dijadikan bagian dari berbagai hidangan lezat. Meskipun mengandung nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Artikel ini akan mengupas 10 risiko yang mungkin terjadi jika seseorang sering mengonsumsi jeroan.

Makan Jeroan Kadar Kolesterol Tinggi

Jeroan mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Mengonsumsi terlalu banyak jeroan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Masalah pada Ginjal
Jeroan adalah sumber purin yang tinggi, yang tubuh ubah menjadi asam urat. Konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, yang dapat menimbulkan batu ginjal atau gout.

Peningkatan Risiko Penyakit Jantung
Selain kolesterol, jeroan juga kaya akan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena dapat meningkatkan kolesterol LDL dalam darah.

Kandungan Toksin dan Logam Berat
Organ dalam hewan seringkali mengandung residu dari zat berbahaya yang dikonsumsi atau dihirup oleh hewan tersebut, termasuk logam berat seperti timbal dan merkuri. Konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko keracunan zat berbahaya ini.

Risiko Infeksi
Jeroan harus dimasak dengan baik untuk menghindari risiko infeksi bakteri dan parasit. Konsumsi jeroan yang tidak dimasak dengan baik atau disimpan dengan benar dapat meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan seperti toxoplasmosis atau E. coli.

Beban pada Sistem Pencernaan

Jeroan merupakan sumber protein yang kaya, namun protein dalam jumlah besar memerlukan usaha ekstra dari sistem pencernaan untuk mencernanya. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama pada individu dengan kondisi pencernaan yang sudah ada.

Baca Juga: Sering Menimbun Barang? Hati-hati, Bisa Jadi Hoarding Disorder

Pengaruh pada Berat Badan
Meskipun protein dalam jeroan dapat membantu dalam mengekang rasa lapar, kandungan lemak tinggi dalam jeroan dapat menyumbang kalori ekstra yang signifikan, yang jika tidak dikontrol dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Risiko Penyakit Kronis
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan jeroan secara berlebihan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar.

Pengaruh pada Kesehatan Hati
Meskipun hati adalah sumber vitamin A yang baik, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan akumulasi vitamin A yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai hipervitaminosis A, yang dapat merusak hati.

Kekurangan Nutrisi Lain
Mengandalkan jeroan sebagai sumber protein utama dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam asupan nutrisi. Jeroan mungkin kekurangan nutrisi penting lainnya yang ditemukan dalam sumber protein lain seperti daging tanpa lemak, ikan, atau kacang-kacangan.

Kesimpulan

Mengonsumsi jeroan sesekali dan dalam jumlah yang wajar masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Namun, penting untuk mempertimbangkan risiko di atas dan mengonsumsi jeroan dalam jumlah yang moderat, sambil menjaga keragaman dalam asupan protein dan nutrisi lainnya. Selalu penting untuk mengolah jeroan dengan benar dan memastikan bahwa mereka berasal dari sumber yang aman dan terpercaya. Untuk nasihat yang lebih spesifik berdasarkan kondisi kesehatan individu, konsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi adalah langkah terbaik.

infoklinik

infoklinik

One thought on “10 Risiko Sering Makan Jeroan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *